Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astronomi. Tampilkan semua postingan

Awal 2012, Satelit Phobos-Grunt Menghantam Bumi

on Rabu, 28 Desember 2011


Potensi jatuhnya sampah antariksa, baik seperti satelit yang gagal mengorbit maupun yang telah dinonaktifkan, masih tinggi. Awal 2012, bangkai satelit milik Rusia, Phobos-Grunt, akan menghantam Bumi.
Phobos-Grunt adalah wahana antariksa yang diluncurkan Rusia pada 9 November 2011 lalu dengan target bulan Mars, Phobos. Wahana antariksa tersebut ditargetkan sampai ke Mars pada 2012 dan kembali ke Bumi tahun 2014.
Phobos Grunt berencana mengambil sampel tanah dan batuan Phobos. Wahana antariksa yang berbiaya Rp 1,5 triliun itu juga membawa sampel bakteri, tumbuhan yang dikatakan bisa bertahan di lingkungan ekstrem, dan hewan tak bertulang belakang.
Astronom Ma'rufin Sudibyo, Rabu (28/12/2011), mengatakan, "Phobos-Grunt, satelit Rusia-China yang gagal pergi ke Mars karena macet di orbit Bumi itu, bakal jatuh kembali ke Bumi dalam 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari."
Sementara itu, USSTRATCOM membuat pernyataan bahwa Phobos-Grunt akan jatuh masuk ke atmosfer Bumi pada 14 Januari 2012 sekitar pukul 05.22 WIB. Satelit akan jatuh di rentang wilayah 30,7 derajat LU 62,3 derajat BT, Afganistan barat daya, sekitar kota Mirabad.
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) akan terus mengikuti pergerakan Phobos-Grunt. Masyarakat bisa mengikuti pantauan Lapan lewat http://foss.dirgantara-lapan.or.id/orbit/.
Deputi Sains, Pengkajian, dan Informasi Kedirgantaraan Lapan Thomas Djamaluddin mengatakan, "Saat ini ketinggiannya masih 189 x 250 km." Ketinggian 189 x 250 km yang dimaksud merupakan titik terdekat dan terjauh saat ini, dipantau dari Bumi.
Thomas mengatakan, prediksi waktu dan lokasi jatuhnya satelit baru bisa dilakukan saat Phobos-Grunt masuk ketinggian 120 km atau ketinggian kritis. Pada ketinggian itu, satelit masuk wilayah atmosfer padat, mulai terbakar, dan hanya butuh beberapa waktu untuk sampai ke Bumi.
Ma'rufin mengatakan bahwa dalam rentang waktu 12 Januari 2012 +/- 5,5 hari, Indonesia menjadi proyeksi lintasan satelit tersebut. Ada kemungkinan satelit itu jatuh di wilayah Indonesia, walau kecil.
Jatuhnya Phobos-Grunt adalah yang ketiga setelah UARS dan ROSAT beberapa waktu lalu. Menurut Ma'rufin, dampak Phobos-Grunt akan jauh lebih masif, salah satunya karena ukuran Phobos-Grunt yang mencapai 13 ton, dua kali lipat UARS.

sumber : http://sains.kompas.com/read/2011/12/28/18361046/Awal.2012.Satelit.PhobosGrunt.Menghantam.Bumi

Gambaran Masa Depan Tata Surya

on

Pekan lalu marak diberitakan penemuan dua buah planet berukuran serupa Bumi oleh Kepler, teleskop ruang angkasa milik NASA. Ternyata, Kepler juga menemukan planet serupa yang tidak mendapat perhatian sebesar Kepler-20e dan Kepler-20f.

Berbeda dengan kedua planet sebelumnya, dua planet ini, yakni KOI 55.01 dan KOI 55.02 mengorbiti bintang KOI 55. Bintang ini merupakan bintang berkategori subdwarf B yang artinya ia merupakan bintang yang merupakan sisa dari inti sebuah bintang merah raksasa.

Kedua planet itu juga mengorbit sangat dekat dengan mataharinya itu. Kemungkinan, mereka terhisap mendekat saat bintang itu mencapai tahap red giant phase namun berhasil selamat (meski menjadi kering kerontang). Dimensinya sendiri tinggal 0,76 dan 0,87 kali Bumi dan menjadi exoplanet terkecil yang diketahui mengorbiti sebuah bintang aktif.

“Saat bintang membengkak dan menelan planet, planet-planet itu terseret mengikuti arus melalui atmosfir panas milik bintang dan menyebabkan gesekan saat para planet berputar-putar semakin dekat ke bintang itu,” kata Elizabeth Green, astronom dari University of Arizona.

Dikutip dari Universe Today, 27 Desember 2011, saat fenomena itu berlangsung, planet itu membantu melucuti atmosfir milik bintang. “Di saat yang sama, gesekan membuat lapisan gas dan cair milik planet itu terlepas dan menyisakan sebagian inti padat milik planet tersebut,” ucap Green.

Menurut peneliti, Matahari kita akan mengalami nasib serupa dengan KOI 55 dalam beberapa miliar tahun ke depan. Diperkirakan, saat membengkak, Matahari akan menelan Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars.

“Saat Matahari kita menjadi bintang merah raksasa, ia akan menelan Bumi. Dan jika planet kerdil seperti Bumi menghabiskan waktu 1 miliar tahun di lingkungan seperti itu, planet Bumi akan menguap,” kata Green. “Hanya planet dengan massa yang jauh lebih besar dari Bumi seperti Jupiter atau Saturnus saja yang kemungkian akan selamat,” ucapnya.

Green menyebutkan, temuan adanya planet yang telah selamat dari fase bintang yang mengembang lalu mengempis itu dapat membantu para ilmuwan untuk memahami lebih baik akan nasib sistem-sistem planet yang ada di jagat raya, termasuk sistem tata surya kita.



sumber : http://teknologi.vivanews.com/news/read/275297-ditemukan--gambaran-masa-depan-tata-surya