Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

Sate Khas Jepang

on Minggu, 01 Januari 2012

Nah bagi sebagian orang masih banyak yang bertanya-tanya seperti apakah yakitori itu? Yakitori (bahasa Jepang: やきとり) adalah sate khas dari Jepang yang umumnya menggunakan daging ayam. Potongan daging, kulit, hati, jantung, dan hempela dipotong kecil ukuran sekali gigit, ditusuk dengan tusukan bambu, lalu dibakar dengan api arang atau gas.

Satu tusuk Yakitori umumnya hanya berisi satu jenis bagian ayam, misalnya satu tusuk Yakitori yang terdiri dari 3 sampai 5 potongan daging ayam tidak pernah dicampur dengan potongan hati atau jantung. Sebagai variasi, ada juga Yakitoriya yang mencampur potongan besar daun bawang dan jamur shiitake kedalam tusukan Yakitori. Ada juga Yakitori yang berupa Burung Gereja (Passer montanus) atau burung kecil lainnya dalam bentuk utuh tanpa dipotong-potong.

Restoran yang hanya menyediakan Yakitori yang disebut Yakitoriya (Tukang Yakitori). Izakaya (bar/restoran khas Jepang) juga banyak menyediakan Yakitori, dibutuhkan pengontrolan dan tata cara dalam pembakaran yakitori itu sendiri (biasanya setengah matang).

Ada Yakitori yang tidak berbumbu dan tidak bersaus melainkan hanya dimakan dengan taburan garam, tapi pada umumnya Yakitori yang sudah dibakar dicelupkan ke dalam saus (bahasa Jepang: tare) yang terbuat dari kecap asin, mirin, arak, dan gula sehingga Yakitori mempunyai rasa manis-manis asin. Di Jepang sendiri yakitori ini sangatlah populer.

Yakitori memiliki arti kurang lebih “Ayam Panggang” dan walaupun memiliki nama “Ayam” namun di jepang sendiri disajikan bukan dengan ayam saja, namun bisa dicoba yakitori dengan berbagai macam rasa dari daging sapi, makanan laut, sayuran dan lain-lain.

Sejarah dari yakitori ini dimulai dari zaman Edo (1603-1867) di jepang sana, dimana yakitori ini diresepkan ke dalam buku pada tahun 1643 lewat influence dari misionaris eropa, dan sangat populer pada tahun 1960-an di sana. Yakitori sangat nikmat apabila dipadu dengan minuman seperti bir atau sake.










sumber: http://www.beritaunik.net/wisata/yakitori-sate-khas-jepang.html

7 Ikon Dunia yang Terlupakan

on Jumat, 23 Desember 2011

Pada masanya bangunan-bangunan ini merupakan kebanggaan dunia karena besar dan megah. Sebut saja kemegahan Mercusuar Rubjerg di Denmark yang dibangun di ketinggian pada tahun 1900-an. Tapi apa yang terjadi kini. Mercusuar ini kini terbenam pasir yang tersisa hanya pucuk menara. Atau sebuah gereja di Meksiko yang berdiri di tengah lautan lava. Masih ada bangunan lain yang punya sejarah unik, mengenaskan, namun kini semua tinggal kenangan.

1. Lighthouse yang Tenggelam dalam Lautan Pasir
Photo by BOWendt

Mercusuar Rubjerg di Jutlandia Knude Denmark, mulai beroperasi pada 27 Desember 1900
(pembangunannya dimulai tahun 1899). Mercusuar ini berada di puncak tebing Lønstrup Klint, 60 meter di atas permukaan laut. Mercusuar ini beroperasi sampai 1908, di sebuah pabrik gas, lalu pada 1 Agustus 1968, berhenti beroperasi. Kini mercusuar itu telah menjadi bukit pasir raksasa. Padahal dulu mercusuar ini menjadi icon yang berada di ketinggian. Erosi selama bertahun tahun membuat bangunan itu mengikis dan tinggal puing-puing. Meski demikian masih terlihat kejayaan masa lalu.

2. The “American Star”

Salah satu yang paling luar biasa pada catatan bangkai kapal, Amerika SS terdampar di lepas pantai
Kepulauan Canary, setelah badai memecah towlines dan menyeret sebuah kapal tunda di dekat pantai Maroko.

Ada sebuah catatan menarik tentang kapal kebanggaan Amerika pada masa lampau itu. Setelah kapal itu terdampar, penduduk setempat lantas merampoknya habis habisan. Bahkan konon, banyak perabotan di rumah-rumah penduduk sekarang terbuat dari potongan-potongan kapal raksasa tersebut.

3. Gereja yang berdiri di atas lautan lava

Pada 20 Februari 1943, sebuah gunung berapi tiba-tiba meletus di negara bagian Michoacan Meksiko, dan
menghabiskan dua buah desa dengan lava panas dan abunya. Dan, 64 tahun setelah letusan dahsyat tersebut, tidak ada lagi yang tersisa dari dua desa yang musnah itu, selain sebuah menara gereja San Juan Parangaricutiro. Inilah satu satunya penanda bahwa dulunya di kawasan itu pernah ada dua desa.

Menara gereja San Juan berdiri tegak di lautan lava. Gereja San Juan menjadi tampak mengerikan dan angker seolah berasal dari negeri anta berantah. Letusan gunung, dan lava panas mengalir ke daerah sekitar dan menutupi ¾ dari kota. Di bawah sisa sisa lava itulah rumah-rumah dan bangunan kota terkubur, beserta penghuninya.

4. Konstruksi Crane terkubur di Ice Sheet

Pada pertengahan 1960-an, ITT membangun jalur transmisi listrik di Antartika. Menara transmisi berdiri 115 meter. Seperti yang anda lihat di foto ini, semua kecuali menara setinggi 40 feet sekarang terkubur di dalam es, dan derek yang digunakan untuk membangun menara benar-benar tertutup oleh es Tidak hanya menara transmisi yang dikubur, tapi juga stasiun penelitian Antartika sendiri. Stasiun Byrd tua telah ditutup dan terkubur di dalam timbunan es 40-50 meter.

5. Hotel Ryugyong di Korea Utara, Unik dan Tanpa Jendela

Jika Dr Evil adalah seseorang yang nyata, ia akan membutuhkan tempat persembunyian yang nyata, dan bahwa tempat persembunyian nyata mungkin sekali adalah The Ryugyong Hotel di Pyongyang, Korea Utara. Ini adalah bangunan raksasa dengan 105 lantai, namun anehnya, tak ada satupun jendela di sana. Entah bagaimana konsep sebenarnya dari bangunan raksasa ini sampai-sampai tidak memberikan satupun jendela di sana.

Bangunan unik ini memiliki tinggi 330 meter, berbentuk mirip piramida dengan 3000 kamar. Rencananya di sana ada 7 restoran, namun pembangunannya tidak pernah selesai.nSurat kabar memperkirakan biaya konstruksi hotel aneh ini pada masa itu sekitar $ 750 juta – 2% dari PDB Korea Utara. Diperkirakan pembangunan konstruksi ini terhenti pada tahun 1992 karena kurangnya pendanaan, masalah kelangkaan listrik, dan kelaparan yang terjadi di negeri itu.

Bangunan itu sendiri sebenarnya sudah selesai, namun tidak memiliki jendela serta perlengkapan atau alat kelengkapan lain. Padahal bangunan hotel ini merupakan satu dari 18 hotel tertinggi di dunia. Sayang sekali! The Ryugyong oleh pejabat Korea Utara sempat diubah menjadi benteng. Lalu, sebagian bangunan ini dihancurkan oleh bom.

Update: Setelah 16 tahun, Ryugyong Hotel kembali dibangun. Grup Orascom dari Mesir baru-baru ini mulai memperbaiki menara bangunan. Perusahaan telah menempatkan panel-panel kaca ke beton shell dan dipasang antena telekomunikasi. Korea Selatan memperkirakan renovasi hotel itu akan menelan biaya sekitar $ 2 milyar, 10 % dari GDP Korea Utara.

Hotel Ryugyong saat ini:

6. Benteng Tentara Merah di Tengah Laut

Bentenga tentara Thames Estuary dibangun pada tahun 1942, didesain oleh Guy Maunsell.
Tujuan mereka adalah untuk menyediakan anti-pesawat udara di dalam wilayah Muara Sungai Thames.

Benteng masing-masing kelompok terdiri dari tujuh menara dengan sebuah jalan yang menghubungkan mereka semua ke menara kontrol pusat. Benteng, bila dilihat secara keseluruhan, terdiri satu Bofors menara, menara kontrol, empat pistol menara dan menara sorot.
Picture: JASONHAWKES

Mereka diatur dalam cara yang sangat spesifik, dengan menara kontrol di pusat, dan senapan Bofors menara diatur dalam mode setengah lingkaran di sekelilingnya dan posisi sorot menara lebih jauh, tapi masih terhubung langsung ke menara kontrol melalui jalan .

Benteng ini digunakan selama Perang Dunia Kedua, dan tidak ada keraguan bahwa mereka memiliki sumbangsih sangat besar.
Pada tahun 1959 sebagian benteng itu dibongkar, namun menyisakan beberapa benteng seperti, Red Sands dan Shivering Sands, yang masih berdiri hingga saat ini. Tahun 60-70 an benteng yang kosong ini sempat digunakan oleh para bajak laut namun kemudian ditinggalkan.

7.Kota Hantu San Zhi

Daerah disebut San Zhi. Tidak diketahui nama arsiteknya karena pembangunan ini diperintahkan oleh pemerintah kepada beberapa perusahaan local. Awalnya, bangunan-bangunan itu diperuntukkan bagi tempat wisata mewah yang melambangkan Taipei yang makmur dan kaya. Namun kini keadaan menjadi terbalik. Bangunan-bangunan yang tadinya untuk tempat pariwisata telah berubah menjadi aneh dan berhantu. Banyak kejadian-kejadian aneh diisukan terjadi di sana.

Walhasil, tidak satupun wisatawan mau berkunjung ke sana, apalagi untuk berlibur, Koran-koran setempat mengatakan ada banyak kecelakaan selama konstruksi, dan sebagai berita menyebar ke warga kota negara pulau itu, sehingga mereka takut datang ke sana. Warga setempat mengatakan wilayah itu sekarang dihantui oleh roh-roh penasaran dari pekerja yang mati sia sia di sana. Ini membuat mereka yang tadinya berusaha bertahan, akhirnya kabur dari tempat itu. Lama kelamaan kota wisata itu menjadi kosong.











sumber: http://www.beritaunik.net/wisata/7-ikon-dunia-yang-terlupakan.html

Air Terjun Bertingkat Sembilan

on Sabtu, 17 Desember 2011

Ada yang luar biasa di Desa Ulak Dapok, Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan. Di sana ternyata ada air terjun dengan panorama yang sangat indah. Warga sekitar menyebutnya air terjun Sembilan Tingat Batu Betiang atau air terjun bertingkat sembilan.

Namun tak mudah untuk bisa sampai lokasi. Perlu perjuangan ekstra keras. Medannya cukup sulit sehingga setiap warga yang ingin ke sana, harus benar-benar mempersiapkan diri.

Berbagai rintangan harus dihadapi. Mulai dari jalan yang berbukit-bukit dan menanjak hingga kondisi tanah yang licin. Beruntung jalan kini jauh lebih baik berkat gotong royong warga setempat. Jarak sekitar 1,2 kilometer kini bisa ditempuh dalam waktu 30 menit.

Namun sulitnya medan pasti akan langsung terbayar jika Anda sampai ke lokasi air terjun. Panorama alam yang indah membuat siapa pun akan berdecak kagum.

Total ketinggian air terjun lebih dari 500 meter. Setiap tingkatan air terjunnya memiliki panorama keindahan tersendiri. Di setiap tingkatan air terjun juga terdapat kolam pemandian dengan airnya yang sangat jernih. Batu-batu cadasnya pun tidak licin.

Warga berharap Pemerintah Kabupaten Empat Lawang segera mempromosikan obyek wisata air terjun Batu Betiang sebagai salah satu tujuan wisata. Selain itu infrastruktur jalan juga harus segera diperbaiki. Dengan begitu akan semakin banyak wisatawan yan datang sehingga bisa menambah pendapatan daerah dan hasil perkebunan rakyat di sekitar air terjun.




sumber: http://gayahidup.liputan6.com

Wisata alam : Puncak Lawang Sumbar

on Jumat, 09 Desember 2011

     Puncak lawang merupakan tempat yang berada pada ± 1.210 m diatas permukaan laut, puncak lawang pada zaman penjajahan Belanda, sudah dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi kaum bangsawan Belanda saat itu. Dari puncak lawang kita dapat menikmati kawasan Danau Maninjau dan juga Samudra Indonesia.

     Terletak di Kabupaten Agam, Puncak Lawang sering digunakan sebagai tempat diselenggarakannya kejuaraan olahraga paralayang internasional. Menurut para penggemar paralayang, Puncak Lawang merupakan lokasi terbaik di Asia Tenggara untuk olah raga tersebut.

     Saat ini kawasan Puncak Lawang dikembangkan sebagai lokasi Take Off Olah Raga Dirgantara Paralayang (Paragliding), dari sini kita juga dapat menikmati keindahan Danau Maninjau.Danau maninjau terlihat indah kalau terlihat dari puncak lawang

     Bagi mereka yang menyukai tantangan dan lintas alam dapat berjalan kaki menuruni lereng menuju Danau Maninjau atau melintasi hutan lindung ke Objek Wisata Embun Pagi atau kembali ke hotel. Dan perjalan wisata kita kurang lengkap jika belum mencoba menikmati keindahan Danau Maninjau dari udara dengan Terbang Tandem mengunakan Paralayang bersama penerbang-penerbang lokal yang handal dan terlatih.
wisata alam indonesia adalah surga dunia termasuk puncak lawang yang sangat masih asri belum terjamah polusi.